Tikus dan Kelelawar

Suatu hari dua ekor tikus ngobrol diatas atap rumah dan mereka seekor tikus yang beridentitas sebagai tikus bapak dan tikus anak dan kemudian seekor kalelawar terbang melewati diatas kepala mereka dan,
si tikus anak bertanya kepada bapaknya “itu si pak,kok wajahnya mirip dengan kita.
si tikus bapak menjawab “yang mana,nak”
si tikus anak “yang baru aja terbang melewati di atas kepala kita”
si tikus bapak menjawab “oh itu,masa kamu nggak kenal sih”
si tikus anak “siapa sih”
si tikus bapak “itu kan om kamu yang kerja di penerbangan”.

Kasihilah sesama manusia

Suatu hari sinenek yang kaget mangganya di curi sama beberapa anak kecil yang nakal,dan si nenek langsung pasang papan yang tulisannya “dilarang mencuri mangga disini”,keesokan harinya bberapa orang anak kecil itu mencabut papan tersebut dan mengganti tulisan yang ada dipapan tersebut dengan dalam kitab suci mengatakan “kasihanilah sesama manusia”. Dan sinenek merasa tulisan yang ada di papan tersebut ada betulnya dan langsung aja si nenek mengganti tulisan tersebut dengan “bisa di ambil tapi dikit-dikit ya”.

Raja lawan Pedagang

Seorang anak memanggil pedangan es cendol.
Pembeli : bang beli es cendolnya….gelas besar berapa?
Pedagang : cuma seribu Rupiah dik !
kKemudian diberikannya satu gelas tapi tidak berisi penuh.
pembeli : kok ngak penuh bang ?
Pedagang : Rewel amat sih..tinggal diminum,
jawabnya ketus..!
pembeli : bang.., pembeli itukan raja..!
Pedagang : Raja..??, raja kok beli cendol!
Pembeli : ????!!!!!

Dikira kotak obat

Pasien : Dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.
Dokter : Ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika Anda sudah bersiap untuk tidur keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.
Pasien : Kotak apa ini, Dok? apakah sejenis serbuk penenang?
Dokter : Bukan. Ini kotak paku payung.

Saya kira ABRI

Seorang tua penduduk di pinggiran Los Palos, Timor Timur, bernama Manuel sedang sakit berat. Ia tengah berbaring di ranjang kayunya. Tiba-tiba terdengar ketukan keras pada pintu luar.
“Siapa itu yang di luar?,” teriak Manuel dengan ketakutan.
“Saya Malaikat Maut!”
“Oh, syukurlah. Saya kira yang datang anggota ABRI.”